Bank Mandiri Laporkan Lonjakan Signifikan Deposito Valas Sepanjang Tahun 2026

Senin, 19 Januari 2026 | 11:23:35 WIB
Bank Mandiri Laporkan Lonjakan Signifikan Deposito Valas Sepanjang Tahun 2026

JAKARTA - Kenaikan suku bunga deposito valas dolar AS menjadi 4% mulai memberikan dampak positif pada simpanan valas Bank Mandiri. 

Dalam sebulan terakhir, penghimpunan dana valas tercatat tumbuh signifikan, didorong selisih bunga yang lebih menarik dan pelemahan rupiah. Kondisi ini menunjukkan respons positif nasabah terhadap produk deposito berbasis valuta asing.

Pertumbuhan simpanan deposito valas Bank Mandiri mencapai lebih dari 30% secara tahunan dalam satu bulan terakhir. Kenaikan ini berasal dari nasabah existing yang melakukan rollover dengan penambahan nominal dan dana baru dari segmen korporasi. Tren ini menjadi indikator efektifitas strategi bunga valas yang diterapkan bank.

Selain suku bunga, pelemahan nilai tukar rupiah turut mendorong minat menempatkan dana di deposito valas. Saat rupiah melemah di kisaran 3%–5%, minat simpanan valas meningkat sekitar 5%–10%. Hal ini menegaskan bahwa kombinasi suku bunga dan sentimen nilai tukar memengaruhi keputusan nasabah.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Salah satu faktor utama pertumbuhan deposito valas adalah selisih bunga yang lebih tinggi dibanding deposito rupiah. Ekspektasi suku bunga global yang tetap tinggi turut mendorong minat penempatan dana. Kondisi ini membuat deposito valas menjadi instrumen yang menarik bagi berbagai segmen nasabah.

Mayoritas dana yang masuk berada pada tenor jangka pendek hingga menengah, antara 1–6 bulan. Sekitar 60%–70% simpanan berasal dari nasabah yang sebelumnya menempatkan dana di luar negeri atau instrumen likuid berbasis valas lainnya. Tren ini memperlihatkan adanya pergeseran likuiditas kembali ke perbankan domestik.

Selain itu, dana korporasi dan high net worth individual (HNWI) menjadi pendorong utama. Mereka memanfaatkan deposito valas sebagai instrumen lindung nilai terhadap fluktuasi mata uang. Dengan fokus pada segmen ini, bank mampu mempertahankan pertumbuhan simpanan valas secara berkelanjutan.

Strategi Bank Mandiri

Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan simpanan deposito valas di atas 20% secara tahunan. Strategi utama mencakup penawaran bunga kompetitif, fokus pada nasabah aktif bertransaksi valas, dan optimalisasi layanan wholesale. Langkah ini diharapkan meningkatkan akumulasi dana valas secara terukur dan stabil.

Optimalisasi produk KOPRA dan trade finance menjadi salah satu upaya penting. Dengan strategi ini, dana valas diharapkan mengendap lebih lama di bank. Hal ini sekaligus mendukung likuiditas bank dan memperkuat posisi Mandiri dalam penghimpunan valas domestik.

Bank juga memanfaatkan kenaikan bunga deposito valas sebagai alat untuk menarik kembali likuiditas dari instrumen valas lain. Pendekatan ini dinilai efektif karena memadukan tingkat pengembalian yang menarik dengan keamanan dana di dalam negeri. Strategi tersebut memungkinkan nasabah mendapatkan keuntungan sambil tetap berada dalam sistem perbankan domestik.

Dampak Terhadap Nasabah

Kenaikan bunga deposito valas memberikan peluang bagi nasabah existing untuk menambah nominal simpanan mereka. Dana baru dari segmen korporasi turut meningkatkan likuiditas secara keseluruhan. Nasabah yang cermat dapat memanfaatkan momentum ini untuk strategi penempatan jangka pendek maupun menengah.

Deposito valas juga berfungsi sebagai instrumen lindung nilai bagi investor terhadap fluktuasi rupiah. Dengan bunga tetap 4%, nasabah memiliki kepastian pengembalian investasi walau nilai tukar mengalami perubahan. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi investor korporasi maupun individu dengan portofolio valas signifikan.

Selain itu, dana berjangka pendek hingga menengah memberikan fleksibilitas bagi nasabah. Mereka tetap dapat menarik dana saat dibutuhkan tanpa kehilangan manfaat dari bunga yang kompetitif. Dengan demikian, deposito valas menjadi produk yang seimbang antara likuiditas dan keuntungan.

Prospek dan Target Ke Depan

Ke depan, Bank Mandiri optimistis pertumbuhan deposito valas akan terus meningkat. Target yoy di atas 20% diharapkan tercapai melalui strategi bunga yang terukur dan penekanan pada nasabah korporasi. Optimalisasi layanan wholesale dan trade finance menjadi kunci dalam menjaga stabilitas simpanan.

Bank berencana terus menarik likuiditas valas dengan pendekatan personal bagi nasabah high value. Strategi ini memastikan dana tetap berada di bank sekaligus memberikan kepastian bagi pemegang deposito. Kombinasi bunga kompetitif dan layanan optimal menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan valas di Mandiri.

Pertumbuhan positif ini juga mencerminkan efektivitas kebijakan Himbara dalam mendorong penghimpunan dana valas domestik. 

Deposito valas tidak hanya menjadi instrumen keuntungan bagi nasabah, tetapi juga memperkuat stabilitas perbankan nasional. Dengan strategi yang tepat, pertumbuhan simpanan valas Bank Mandiri diproyeksikan stabil dan berkelanjutan.

Terkini