JAKARTA - Kawasan Dieng tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan geologinya.
Potensi panas bumi di wilayah ini mulai diperkenalkan sebagai daya tarik wisata berbasis edukasi. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Geopark Dieng sebagai destinasi pembelajaran.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong pemanfaatan geotermal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata. Upaya ini dilakukan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih beragam. Eduwisata panas bumi dipandang mampu memperluas wawasan pengunjung.
Potensi panas bumi di Dieng selama ini belum dikenal secara luas. Padahal, sumber daya tersebut memiliki nilai strategis bagi energi dan pendidikan. Oleh karena itu, pengenalan geotermal dinilai penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.
Kolaborasi Dorong Wisata Berbasis Edukasi
Pemkab Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggandeng PT Geo Dipa Energi Unit Dieng. Kolaborasi ini bertujuan mengenalkan panas bumi kepada masyarakat dan wisatawan. Konsep wisata yang diusung menitikberatkan pada aspek edukasi.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Wonosobo, Sri Fatonah Ismangil, menyampaikan kolaborasi ini sebagai langkah strategis. “Kami bermaksud untuk berkolaborasi dengan Geo Dipa untuk mempromosikan terkait dengan potensi geotermal di Dieng ini,” kata Fatonah. Upaya promosi dilakukan melalui berbagai kegiatan pengenalan.
Menurutnya, panas bumi merupakan potensi unggulan kawasan Dieng. Potensi ini menjadi nilai tambah bagi Geopark Dieng yang telah memiliki kekayaan geologi khas. Keunikan tersebut tidak banyak ditemukan di daerah lain.
Eduwisata Perluas Pemahaman Masyarakat
Panas bumi tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi. Potensi tersebut juga dapat dikembangkan sebagai sarana pembelajaran bagi publik. Eduwisata dinilai mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap geotermal.
“Kebetulan kita berada di Geopark Dieng yang salah satu potensinya adalah sumber panas bumi (geotermal). Selama ini pemahaman masyarakat terhadap panas bumi dan aktivitas Geo Dipa masih terbatas,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Disparbud ingin menggali informasi lebih dalam. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada masyarakat secara luas. Dengan begitu, potensi panas bumi dapat dikenal lebih baik.
Mekanisme Kunjungan dan Proses Edukasi
Pengembangan eduwisata geotermal terhubung dengan program Bangga Berwisata di Wonosobo. Program ini telah diluncurkan sejak November 2025. Eduwisata panas bumi menjadi salah satu penguat narasi pariwisata daerah.
Di kesempatan lain, Public Relations PT Geo Dipa Energi, Muhammad Anurofik, menjelaskan mekanisme kunjungan. Kunjungan ke Geo Dipa dilakukan melalui prosedur resmi. Setelah surat diterima, jadwal akan disesuaikan dengan agenda perusahaan.
“Jika memungkinkan, pengunjung juga dapat diajak ke lokasi lapangan, seperti sumur panas bumi atau pembangkit listrik,” ujarnya. Dalam kunjungan tersebut, pengunjung mendapatkan penjelasan tentang geotermal. Proses edukasi disampaikan secara langsung dan terstruktur.
Potensi Energi dan Narasi Geopark
Kunjungan ke area produksi wajib mengikuti standar operasional prosedur. Penggunaan alat pelindung diri menjadi syarat utama keselamatan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan pengunjung.
Dalam kunjungan edukatif, pengunjung dapat mempelajari panas bumi dan proses pemanfaatannya. Pengetahuan tersebut menjadi pengalaman baru bagi wisatawan. Eduwisata ini menggabungkan pembelajaran dan wisata.
“Panas bumi di Dieng itu bukan menghasilkan gas, melainkan uap air. Produk akhir dari proses tersebut adalah listrik yang disalurkan ke PLN,” ucapnya. Saat ini terdapat sekitar 15 well pad dan kurang lebih 50 sumur di kawasan tersebut. Konsep eduwisata ini memperkuat Geopark Dieng sebagai kawasan wisata edukasi, lingkungan, dan energi terbarukan.