BNI

Program KUR Perumahan BNI Mempermudah Pemilikan Rumah bagi Masyarakat

Program KUR Perumahan BNI Mempermudah Pemilikan Rumah bagi Masyarakat
Program KUR Perumahan BNI Mempermudah Pemilikan Rumah bagi Masyarakat

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) berbasis KUR BNI terus meningkat. 

Hingga saat ini, total penyaluran mencapai Rp810,31 miliar kepada 818 debitur. Angka ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan rumah yang semakin tinggi.

Penyaluran KPP dilakukan melalui dua skema utama. Dari sisi permintaan, realisasi mencapai Rp241,88 miliar untuk 671 debitur. Sementara sisi penawaran mencapai Rp568,43 miliar kepada 147 debitur.

Capaian ini menegaskan keberhasilan BNI dalam menyediakan produk perumahan berbasis KUR. Dukungan kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat terhadap KPP ikut mendorong tren positif tersebut. Penyaluran ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin tertarik memanfaatkan program pembiayaan rumah yang terjangkau.

Mekanisme Penyaluran KPP

BNI aktif melakukan pemasaran dan sosialisasi KPP kepada UMKM dan masyarakat. Tujuannya adalah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan individu yang ingin memiliki rumah. Program ini juga diberikan kepada debitur eksisting yang membutuhkan renovasi, pembangunan, atau pembelian rumah.

Selain itu, BNI menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Setiap debitur melalui proses asesmen kredit yang cermat. Hal ini memastikan kualitas portofolio tetap terjaga meskipun produk tergolong baru.

Skema penyaluran KPP juga bersifat selektif. Debitur dipilih berdasarkan kelayakan usaha dan kemampuan finansial. Pendekatan ini menjaga risiko kredit tetap terkendali sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat secara tepat.

Pendekatan Kolaboratif dengan Pemangku Kepentingan

BNI membangun kerja sama dengan asosiasi pengembang perumahan dan penyedia jasa konstruksi. Pendekatan ini memudahkan pengembangan ekosistem penyaluran KPP. Sinergi juga dilakukan dengan pedagang bahan bangunan dan mitra pengembang eksisting.

Melalui kolaborasi, BNI mampu menciptakan pipeline calon debitur yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga mendukung ekosistem UMKM di sektor properti. Langkah strategis ini memperkuat posisi BNI dalam pembiayaan rumah berbasis KUR.

BNI juga melakukan pemetaan wilayah dengan kebutuhan rumah tinggi. Kawasan penyangga kota dan daerah pertumbuhan ekonomi menjadi prioritas. Strategi ini memastikan distribusi pembiayaan tepat sasaran sesuai potensi permintaan.

Kualitas Portofolio dan Pengelolaan Risiko

Hingga saat ini, portofolio KPP BNI mencatatkan kolektibilitas 100 persen. Belum ada kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Hal ini wajar karena produk masih relatif baru sejak diluncurkan pada akhir 2025.

Meski demikian, BNI tetap menerapkan pemantauan portofolio secara berkelanjutan. Asesmen kredit yang prudent menjadi kunci menjaga kualitas pembiayaan. Langkah ini memastikan produk tetap aman dan dapat diandalkan untuk jangka panjang.

Kualitas portofolio yang baik juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap KPP BNI. Debitur merasa aman dan yakin mampu menyelesaikan kewajiban pembayaran. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dari penyaluran KUR perumahan.

Target Penyaluran dan Strategi 2026

BNI menargetkan plafon penyaluran KPP sisi permintaan sebesar Rp1 triliun. Sementara sisi penawaran ditetapkan Rp500 miliar untuk tahun 2026. Target ini diharapkan tercapai melalui optimalisasi sosialisasi produk dan basis debitur eksisting.

Sinergi dengan pengembang skala kecil, koperasi, serta penyedia bahan bangunan terus diperkuat. Pendekatan ini membantu menciptakan calon debitur yang berkelanjutan. Dengan strategi ini, penyaluran KPP BNI dapat berjalan konsisten sesuai kebutuhan masyarakat.

Penguatan kolaborasi dan pemetaan wilayah prioritas menjadi kunci keberhasilan. Kawasan dengan aktivitas UMKM berkembang akan mendapat perhatian khusus. Langkah ini memastikan KPP BNI tidak hanya mendorong kepemilikan rumah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index